119 Tahun Proklamator Bung Hatta, Universitas Bung Hatta Siap Hadirkan Sandiaga Uno dan Erick Thohir

119 Tahun Proklamator Bung Hatta, Universitas Bung Hatta Siap Hadirkan Sandiaga Uno dan Erick Thohir

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Universitas Bung Hatta yang — menyandang gelar nama besar tokoh Proklamator Bung Hatta — akan menggelar Webinar dengan tema “Membangun Keteladanan Bung Hatta”.

Melalui rilisnya, yang diterima redaksi Minggu (8/8/2021) Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA menyebutkan bahwa pada 2021 ini, Universitas Bung Hatta bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Yayasan Proklamator Bung Hatta. 

Kegiatan yang akan digelar secara online menggunakan aplikasi zoom meeting, menghadirkan Keynote Speaker Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 Universitas Bung Hatta, Dr. Ir. Hidayat, M.T, IPM menyebutkan acara tersebut digelar dalam rangka menanamkan karakter dan nilai baik Bung Hatta kepada generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus memperingati 119 tahun kelahiran Bung Hatta yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2021.

Menurutnya, selain itu, momentum dan rangkaian acara ini guna memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Terpisah Ir. Iman Satria, M.T., IPM, ASEAN.Eng selaku panitia pelaksana, selain ketiga Keynote Speaker tersebut juga akan berbicara saksi sejarah yaitu putri pertama Bung Hatta Prof. Dr.Meutia Farida Hatta.

Bakal ikut kegiatan ini Rektor Perguruan Tinggi Besar di Sumatera Barat Universitas Bung Hatta Prof Dr. Tafdil Husni,SE.,MBA, Rektor Universitas Andalas Prof.Dr.Yuliandri,SH.,MH, Rektor Universitas Negeri Padang Prof.Ganefri,M.Pd.,Ph.D.

Turut akan tampil juga Dosen Universtas Indonesia yang saat ini jadi Komisaris Bank Mandiri Andrianof A Chaniago serta Prof. Dr. Maizar Rahman, Ketua umum YPBH dan mantan ketua Gubernur OPEC.

“Acara ini akan digelar pada hari Rabu, 11 Agustus 2021, mulai pukul 13.00 WIB dan terbuka untuk umum. Pendaftaran dapat melalui tautan https://s.id/regBungHatta119” ujar Iman, yang juga dosen FTI-UBH.

Hidayat menambahkan, membumikan pemikiran-pemikiran Bung Hatta kepada generasi muda sebagai pelanjut tongkat estafet pembangunan bangsa, mengewejawantahkan tindakan, pemikiran dan komitmen-komitmen kebangsaan Bung Hatta harus terus menerus dijelaskan dan disosialisasikan kepada generasi saat ini.

“Bung Hatta sudah memberikan berbagai contoh tauladan mulai dari sikap sederhana dan hemat sampai kepada sikap kecintaannya kepada Tanah Air, ini perlu disosialisasikan tanpa henti,” tandas Hidayat.

Pendaftaran Festival Film Pendek

Sedangkan, untuk Festival Film Pendek Universitas Bung Hatta diperpanjang dan masih terbuka da kesempatan buat kamu untuk mengikuti Festival Film Pendek meraih hadiahnya.

Hidayat menyebutkan jadwal pendaftaran dan pengiriman video hingga 31 Agustus 2021 mendatang guna tayang di media bagi yang terpilih nantinya.

Selanjutnya pada 3 September 2021 lalu pengumuman pemenang babak I hasil penilaian oleh juri internal pada 4 September 2021. Hingga pemilihan dan pengumuman pemenang oleh juri Nasional pada 5 September 2021 mendatang.

Teknis Pelaksanaannya sebagai berikut;

1 Tuliskan nilai-nilai dan kepribadian Bung Hatta, Sang Proklamator Bangsa yang masih sangat relevan dan dibutuhkan pada saat ini. Kemudian jelaskan juga bagaimana kondisi kekinian yang bertentangan dengan karakter yang beliau miliki.

2 Tulisannya antara 750-900 kata

3 Bisa juga dalam bentui video. Caranya, sampaikan pandangan sesuai tema di atas dalam bentuk bertutur / storytelling, posisi videonya landscape

4 Videonya boleh pakai musik atau juga tanpa musik

5 Kirim juga foto identitas kamu ke panitia

6 Naskah atau tulisan terpilih akan dimuat pada TribunPadang.com atau klik! padang.tribunnews.com

7 Video terpilih akan ditayangkan di media sosial @lentera.nusantara dan @universitasbunghatta 


Persiapan Maraton

Sebelumnya, Panitia pelaksana menggelar rapat secara virtual Persiapan Festival Film Pendek “Bung Hatta Muda pada Selasa (13/7/2021) siang.

Sebagaimana diketahui, bahwa pendaftaran peserta Festival Film itu telah dibuka hingga penutupan 31 Juli 2021 mendatang.

Rapat yang dimoderatori oleh Wakil Rektor III,  Dr. Ir. Hidayat, S.T.,M.T., IPM juga menghadirkan dari pihak keluarga Bung Hatta (Moh Hatta) termasuk juga masing-masing YPBH Pusat dan YPBH Chapter Sumbar Riau. Turur serta  Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr.Tafdil Husni, SE, MBA beserta jajaran petinggi perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa sekaligus panitia pelaksana.

Pihak pemerintah provinsi melalui Bidang Kebudayaan dinas atau OPD terkait beserta jajaran media partner,  termasuk yang ikut bekerja sama TribunPadang.com turut menyampaikan pandangan dan sumbang saran.

sama Pemerintah daerah Sumatera Barat ingin nama Bung Hatta selalu menggema dan membumi diseluruh lapisan masyarakat Indonesia dan dunia.

Melalui kegiatan Festival Film Pendek dengan tema Bung Hatta Muda guna mengharumkan terus nama Dr. Muhammad Hatta supaya tidak pernah hilang dalam ingatan masyarakat Indonesia.

Selain itu menurutnya tujuan kegiatan ini guna menggali nilai-nilai luhur dalam kepribadian sosok dari Pahlawan Mohammad Hatta yang menebarkan sebanyak 18 nilai-nilai karakter serta sepatutnya untuk dapat ditauladani oleh generasi penerus bangsa.

“Nilai-nilai karakter tersebut antara lain; Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu, Semangat kebangsaan, Cinta tanah Air, Menghargai prestasi, Bersahabat/Komunitif, Cinta damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli sosial, Tanggung jawab,” ujar Hidayat.

Dia menambahkan nilai karakter yang paling dominan yaitu Religius yang tergambar dari sikap dan perilaku Hatta yang mendekatkan diri pada Allah, serta patuh pada perintah Agamanya.

Lebih lanjut, imbuhnya Semangat Kebangsaan terlihat dari perjuangan pantang menyerah melawan kolonialisme dan imperialisme yang menyengsarakan bangsanya, Indonesia yang terjajah.

Utamanya lagi, Gemar Membaca terlihat dari wawasan membacanya yang luas dan mempunyai buku terbanyak dari mahasiswa Indonesia yang sekolah di Belanda.

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA dan Ketua LLDikti X Prof. Herri yang didampingi Dr. Ir. Hidayat, S.T.,M.T., IPM Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta dan Riko Evril, S.T., M.T ketua STTIND diterima langsug oleh Gubernur Sumatera Barat di Istana Gubernur jalan Sudirman Padang, Rabu (30/6/2021).
Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA dan Ketua LLDikti X Prof. Herri yang didampingi Dr. Ir. Hidayat, S.T.,M.T., IPM Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta dan Riko Evril, S.T., M.T ketua STTIND diterima langsug oleh Gubernur Sumatera Barat di Istana Gubernur jalan Sudirman Padang, Rabu (30/6/2021). (ISTIMEWA/DOK.UNIVERSITAS BUNG HATTA)

Sejauh ini lanjutnya Bung Hatta memiliki 16 peti besi buku selama sekolah di Belanda. Kerja Keras terlihat dari usahanya untuk mewujudkan tujuannya yaitu Indonesia Merdeka dengan mengikuti pertemuan-pertemuan.

Hidayat juga mengutip nilai-nilai Demokratis juga terlihat dari hasil pemikirannya yang selalu memperjuangan nasib rakyat Indonesia. Ia lebih berpihak pada masyarakat dari pada sekelompok yang berkuasa karena persamaan hak dan kewajiban secara adil dan merata antara dirinya dengan orang lain.

Selama ini ungkapnya, nilai-nilai karakter yang dimiliki Pahlawan Mohammad Hatta atau sebagaimana dikutip dari tulisan, (Marsinta dan Uli, 2017).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi melakukan sesi foto bersama Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA dan Ketua LLDikti X Prof. Herri yang didampingi oleh Ketua Panitia EA 5 Dr. Ir. Hidayat, S.T.,M.T., IPM dan Pengarah Riko Evril, S.T., M.T di Istana Gubernur Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman Kota Padang, Rabu (30/6/2021). 
Gubernur Sumbar, Mahyeldi melakukan sesi foto bersama Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA dan Ketua LLDikti X Prof. Herri yang didampingi oleh Ketua Panitia EA 5 Dr. Ir. Hidayat, S.T.,M.T., IPM dan Pengarah Riko Evril, S.T., M.T di Istana Gubernur Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman Kota Padang, Rabu (30/6/2021).  (ISTIMEWA/DOK.UNIVERSITAS BUNG HATTA)

Sebelumnya, Rabu (30/6/2021), Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA dan Ketua LLDikti X Prof. Herri yang didampingi Dr. Ir. Hidayat, S.T.,M.T., IPM Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta dan Riko Evril, S.T., M.T ketua STTIND diterima langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, H.Mahyeldi, SP di Istana Gubernur Jalan Sudirman Padang.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Herri mengungkapkan ketauladan Tokoh Bung Hatta mesti ditularkan kepada generasi muda. “Apalagi di era millenial ini, banyak generasi muda asyik dengan produk-produk teknologi yang terkadang mengakibatkan abai dengan nilai-nilai kebaikan dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Senada dengan itu, Prof Tafdil mengungkapkan betapa pentingnya menggemakan nama besar Bung Hatta melalui even-even yang mengangkat tema ke-Bunghataan. “Sehingga tidak terjadi kevakuman informasi dan penanaman karakter baik Bung Hatta kepada generasi muda,” ujar rektor.

Pada kesempatan tersebut Hidayat menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Bung Hatta yaitu Festival Film Pendek dengan tema Bung Hatta Muda.

Gubernur Mahyeldi berharap agar gagasan yang disampaikan oleh TIm gabungan Universitas Bung Hatta kali ini dapat menciptakan Film Animasi, Komik tentang karakter dan nilai baik Bung Hatta. Alasannya, media tersebut sangat disukai oleh anak-anak dan generasi muda, sehingga mampu untuk menanamkan karakter Bung Hatta semenjak anak berusia dini.(*)

Sumber : https://padang.tribunnews.com/2021/08/08/119-tahun-proklamator-bung-hatta-universitas-bung-hatta-siap-hadirkan-sandiaga-uno-dan-erick-thohir

Perjalanan Rahasia Bung Hatta ke India

Ilustrasi: Edi Wahyono

Bung Hatta pernah menyamar dengan nama Abdullah dan menjadi kopilot saat bertandang ke India pada 1947. Melobi bantuan persenjataan untuk perang melawan Belanda.

Wakil Presiden Mohammad Hatta tengah berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam perjalanannya keliling Pulau Sumatera ketika surat dari Presiden Sukarno itu datang pada Juni 1947. Surat itu dibawa oleh seorang pilot India bernama Patnaik dari Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia.

Patnaik bukan pilot sembarang pilot. Ia adalah orang dekat Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru. Patnaik pernah menerbangkan obat-obatan dari India ke Indonesia. Bantuan itu sebagai balasan atas tawaran beras dari Sukarno kepada India.

Sukarno hendak meminta bantuan kepada New Delhi untuk kedua kalinya. Belanda sudah semakin dekat, bersiap-siap menyerang ke daerah Republik Indonesia. Karena itu, ia mengutus Bung Hatta untuk meminta bantuan persenjataan kepada India.

Bung Hatta, yang senang bakal bertemu dengan Nehru, sahabat lama dan teman seperjuangannya menentang penjajahan untuk kemerdekaan nasional, menyanggupi perintah Sukarno. Namun perjalanan ke India adalah sesuatu yang rawan terendus Belanda. Karena itu, perjalanan tersebut amat dirahasiakan.

Mohammad Hatta
Foto: KITLV

Rupanya strategi penyamaran sudah disiapkan dengan baik oleh Patnaik. Ia membawakan Bung Hatta seragam kopilot yang dijahit di Yogyakarta. Ukurannya pun sudah disesuaikan dengan ukuran baju dan celana Bung Hatta. Patnaik juga menyiapkan paspor untuk Bung Hatta dengan nama Abdullah.

“Yang benar-benar menjadi co-pilot adalah Adisutjipto. Sebelum menjadi pilot Pemerintah Republik Indonesia, ia adalah pilot pemerintah Belanda dan dilatih oleh Angkatan Udara Inggris menghadapi Angkatan Udara Nazi-Jerman,” kata Bung Hatta dalam Mohammad Hatta, Memoir (1982).

Bung Hatta dan rombongan terbang dari Lapangan Terbang Gadut di Bukittinggi. Perjalanan ke India ditempuh dalam beberapa hari dan transit di berbagai negara. Pada saat di Kuala Lumpur, Malaysia, Bung Hatta menginap di sebuah hotel yang dimiliki seorang warga negara Inggris. Ia sempat merasa curiga mengetahui seorang kopilot diinapkan di kamar paling bagus.

“Aku percaya, bagaimanapun juga agresifnya Belanda, Indonesia akan menang.”

Setibanya di New Delhi, Bung Hatta tidak langsung bertemu dengan Nehru karena hari sudah malam. Nehru sendiri tidak diberi tahu kalau Bung Hatta sudah tiba di India. Patnaik memang sengaja ingin memberikan kejutan kepada Nehru.

Ketika keesokan harinya mengantar Bung Hatta ke rumah Nehru, Patnaik bilang kepada Nehru bahwa seorang tamu dari Indonesia bernama Abdullah sudah menunggunya. Nehru penasaran karena ia tak mengenal nama itu. Begitu keluar dari rumah dan tahu bahwa yang datang Bung Hatta, Nehru pun menghardik Patnaik.

Nehru menawarkan agar Bung Hatta menginap di rumahnya dan menganggap rumah itu layaknya rumah sendiri. Namun tawaran itu ditolak karena perjalanan Bung Hatta yang dirahasiakan. Bung Hatta bilang ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Nehru. Nehru menjadwalkan keesokan harinya karena sedang ada jadwal sidang kabinet.

Dalam pembicaraan kedua sahabat itu, Bung Hatta menanyakan apakah India dapat membantu Indonesia dalam hal persenjataan. Sebab, naga-naganya Belanda akan menyerbu Indonesia. Namun, Nehru menjawab tidak bisa. Senjata-senjata itu masih berada di bawah penguasaan Inggris, negara bekas penjajah India.

Nehru berjanji membantu Indonesia dengan melayangkan protes ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tindakan Belanda itu dihukum. Protes itu tidak dapat diabaikan oleh Belanda karena gengsinya akan jatuh jika tetap menyerang Indonesia. Nama Belanda akan terpuruk di dunia internasional.

Pukulan dari Belanda akan mengangkat derajat Indonesia. Indonesia memang akan menderita karena perang, namun Indonesia tidak akan dapat dihilangkan dari peta. Pendudukan Belanda di Indonesia hanya sementara dan, sesuai dengan Perjanjian Linggarjati, seluruh daerah Indonesia akan merdeka.

“Aku menyesal India tidak dapat segera membantu Republik Indonesia dengan segera, tapi aku setuju dengan pandangan Nehru bahwa pukulan terhadap Belanda itu akan menaikkan derajat Republik Indonesia di masa mendatang,” ujar Bung Hatta.

Bung Hatta mengisahkan semangat dan keyakinannya akan kemenangan Indonesia itu makin membara ketika dipertemukan dengan tokoh spiritual dan politikus India, Mahatma Gandhi, oleh Nehru. Pertemuan itu berlangsung di rumah Gandhi di pinggiran Kota New Delhi.

Gandhi mengatakan tidak percaya Indonesia dapat dijajah kembali oleh Belanda. Sebab, seluruh dunia sudah menentang adanya kolonialisme. “Aku percaya, bagaimanapun juga agresifnya Belanda, Indonesia akan menang,” kata Gandhi.

Mohammad Hatta saat memperkenalkan Jawaharlal Nehru kepada Kepala Polisi RI, Raden Soekanto tahun 1950 
Foto : ANRI

Mendengar Gandhi berucap, terbayang dalam kepala Bung Hatta bahwa PBB akan segera mengakui hak merdeka dan berdaulat Indonesia. PBB akan memaksa mundur Belanda dari Indonesia dan mengakui kemerdekaan Indonesia sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Linggarjati.

Setelah bertemu dengan Gandhi, Bung Hatta kembali ke Indonesia. Masih ditemani oleh Patnaik. Bung Hatta dan rombongan mendarat di Pekanbaru, Riau. Ia melanjutkan perjalanan keliling Pulau Sumatera ke Sumatera Utara.

Pada saat yang sama, radio mengabarkan Belanda mulai melancarkan agresi militer. Tercatat dalam sejarah agresi militer I itu mulai dilancarkan pada 21 Juli 1947. Selama beberapa waktu, Bung Hatta tertahan di Sumatera karena banyak daerah yang diblokade oleh Belanda. Hingga kemudian ia dapat kembali ke Yogyakarta menemui Sukarno setelah enam bulan berpisah.


Penulis: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

Sumber : DetikNews

https://news.detik.com/x/detail/intermeso/20220308/Perjalanan-Rahasia-Bung-Hatta-ke-India/

RakyatSumbar x YPBH Chapter Sumbar-Riau x Lentera Nusantara

Mempersembahkan

BUNG HATTA DI MATA ANAK MUDA

Banyak kisah tentang sosok Bung Hatta, Sang Proklamator Bangsa. Tuliskan nilai-nilai dan kepribadian beliau yang masih sangat relevan dan dibutuhkan pada saat ini, lalu bagaimana pula kondisi kekinian yang bertentangan dengan karakter yang beliau miliki.


Tulisannya tak perlu panjang, antara 750 – 900 kata saja. Kirimkan ke Japri ke grup. Bisa juga dalam bentuk video. Caranya, sampaikan pandangan sesuai tema di atas dalam bentuk bertutur. Posisi videonya landskap, atau posisi rebah. Tidak perlu musik latar mau pun bumper.


Naskah tulisan akan dimuat di Harian Umum Rakyat Sumbar dan www.rakyatsumbar.id, sedangkan video akan ditayangkan di media sosial panitia.


Naskah dikirimkan ke Putra, HP/WA: 082389541887, paling lambat Sabtu 7 Agustus 2021.


Bagi yang mengirimkan naskah sesuai pandangan di atas, akan diberi bonus PELATIHAN MEMBUAT FILM PENDEK menggunakan alat sederhana, secara gratis. Pelatihan pada Senin, 12 Agustus 2021.