YAYASAN PROKLAMATOR BUNG HATTA

Melestarikan Karakter dan Nilai-nilai Luhur Bangsa

Bapak Proklamator Indonesia

MUHAMMAD HATTA

Melestarikan Karakter dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa

“Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri.”

Jejak Langkah

Pendidikan

  • Pendidikan Sekolah Dasar (ELS) 1909 s/d 1916 di Bukittinggi
  • Sekolah Menengah Pertama (MULO) 1916 s/d 1919 di Padang
  • Sekolah Menengah Atas (Prins Hendrik School) 1919 s/d 1921 di Batavia
  • Fakultas Handels Hooge School Rotterdam 1921 s/d 1932
  • Sarjana Ekonomi, 1932 Rotterdam Konsentrasi Ilmu Ekonomi, Ilmu Hukum, Ilmu Ketatanegaraan.

Politik dan Organisasi

  • Anggota Perhimpunan Indonesia Holland
  • Ketua Perhimpunan Indonesia (PI) 1926 s/d 1928
  • Tahanan Politik Pemerintahan Belanda di Den Haag 1927
  • Pembebasan dari tahanan Politik Pemerintahan Hindia Belanda 1928
  • Aktifitas Politik PI merupakan dasar kaum muda untuk melahirkan Sumpah Pemuda

Pra Kemerdekaan

  • Kembali ke Indonesia 1932
  • Mendirikan Organisasi Pendidikan Nasional Indonesia
  • Tahanan Politik Pemerintahan Hindia Belanda di Batavia
  • Dibuang ke Boven Digoel Papua 1934
  • Dibuang ke Banda Neira Maluku dan dipindah ke Sukabumi 1936 s/d 1942
  • Pembebasan dari tahanan Politik Pemerintahan Hindia Belanda 1942
  • Aktif berjuang untuk mencapai Indonesia Merdeka dalam masa Pendudukan Jepang 1942 s/d 1945

Masa Kemerdekaan

  • Atas nama seluruh rakyat Indonesia bersama Ir. Soekarno. Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945

Jabatan Kenegaraan

  • Wakil Presiden Republik Indonesia, Perdana Menteri RI, Menteri Pertahanan RI, 1948 s/d 1949
  • Ketua Delegasi Konferensi Meja Bundar di Den Haag
  • 27 Desember 1949 menerima pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia dari Ratu Juliana
  • Tahun 1956 Bung Hatta meletakan jabatan sebagai Wakil Presiden RI atas kemauan sendiri.

Gelar Kehormatan

  • Mohammad Hatta dikenal sebagai Bung Hatta
  • Doktor Kehormatan (Honoris Causa)
  • Universitas Gajah Mada, 27 November 1956
  • Universitas Hasanuddin, 9 September 1973
  • Universitas Indonesia, 30 Agustus 1975
  • Tanda Jasa Tertinggi Bintang Republik, 15 Agustus 1972
  • Pahlawan Proklamator
  • Bapak Koperasi, 1952
  • Bapak Kedaulatan Rakyat Indonesia
  • Pahlawan Nasional
  • Gelar Adat Minangkabau: Datuk Suri Dirajo

Melestarikan Karakter dan Nilai-nilai Luhur Bangsa

Lokasi

Ikuti Kami