Menlu: Bung Hatta Jadi Pilar Politik Luar Negeri Indonesia

Selasa, 14 Okt 2014 15:03 WIB

Jakarta – Mantan Wapres RI, Mohammad Hatta mendapat penghargaan Dr Ide Anak Gede Agung dalam keunggulan diplomasi. Menlu Marty Natalegawa menyebut Bung Hatta berperan mengokohkan pilar politik luar negeri Indonesia melalui diplomasi.

“Prestasi dan pencapaian serta suri tauladan dan jejak langkah ketokohan beliau demikian banyak sehingga sejarah bangsa Indonesia tidak terlepas sumbangsih beliau. Dan sebuah konsep pemikiran yang telah terus menjadi pilar politik luar negeri Indonesia yakni prinsip polugri bebas aktif,” ujar Marty dalam sambutannya pada pemberian anugerah, di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakpus, Selasa (14/10/2014).

Marty mengungkapkan, pengaruh peran Bung Hatta tersebut dinilai sangat luar biasa. Prinsip bebas aktif telah melandasi konferensi Asia Afrika, dan menjadi penggerak pembentukan Gerakan Non-Blok.

“Tentunya dunia di awal abad 21 ini sangat berbeda dibanding pada masa awal kemerdekaan RI. Dimana suatu tatanan internasional yang semakin kompleks dan semakin leburnya bata-batas masalah dalam dan luar negeri,” ujar Marty

“Dan untuk itu, Indonesia perlu mempertahankan kemandiriannya dalam menentukan sikap terhadap persoalan internasional,” terang Marty lagi.

Dan tidak kalah penting, diplomasi Indonesia berupaya untuk melanjutkan keteladanan beliau sebagai pelopor gagasan-gagasan baru. “Seorang ‘thought leader’ yang tidak pasrah terhadap keadaan, melainkan mendorong pembaharuan kearah perbaikan,” tutup Marty.

Sumber : https://m.detik.com/news/berita/d-2718410/menlu-bung-hatta-jadi-pilar-politik-luar-negeri-indonesia

Bapak Prof. Dr. Emil Salim dalam Rapat BINEKSOS

Penjelasan Bapak Prof Dr Emil Salim dalam rapat BINEKSOS
Hotel Aloft, Jakarta, 31 Agustus 2018

Tugas mulia dwitunggal saling melengkapi, antara lain Bung Karno di dalam negeri, dan Bung Hatta di luar negeri, Bung Karno (BK) minta Bung Hatta (BH) membuat draft proklamasi, BK bapak Pancasila, ideologi negara, BH pengisi substansinya dalam dasar negara, yaitu UUD 45, disinilah pertemuan atau menyatu konsep BK dan BH.

Secara pribadi, hubungan semangat kekeluargaan BK dan BH tetap utuh dalam kondisi bagaimanapun. Adalah BH yang menyurati pak Harto agar perawatan BK diperbaiki waktu BK sakit. BH diminta jadi wali waktu Guntur menikah, dan BK yang mempertemukan BH dengan calon isterinya. Jadi janganlah dipertentangkan antara BK dan BH.

Read more

Kibarkan Sang Saka Merah Putih

Dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesia, seluruh warga Negara Republik Indonesia ikut aktif merayakannya dengan berbagai cara dan terutama memasang mengibarkan bendera sang saka merah putih disetiap rumah penduduk.

Bagi warga negara yang bermukim di apartemen-apartemen sekarang sudah bisa ikut memasang bendera sang saka merah putih untuk merayakan hari kemerdekaan pada masing-masing hunian unit apartemen yang ditempatinya, dengan cara menempelkan bendera merah putih disetiap balkon.

Dengan menempelkan bendera pada setiap unit balkon, akan terlihat meriah dan indahnya tower apartemen dalam memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Kami dari Yayasan Proklamator Bung Hatta mengajak bekerja sama dengan manajeman apartemen, untuk peduli akan semangat kemerdekaan bagi warga negara yang bermukim dalam apartemen, menghimbau kepada manajemen apartemen untuk menfasilitasi penghuninya mendapatkan bendera yang dimaksud agar bisa ikut serta memeriahkan peringatan hari kemerdekaan kita, dengan cara memasang bendera merah putih pada balkon masing-masing. Read more