LAPORAN PROGRESS KERJASAMA KARYA ILMIAH

PROGRESS REPORT KARYA ILMIAH
NoTanggalKegiatanKeterangan
1.Juni – September 2021Persiapan proposal karya ilmiahMembuat proposal karya ilmiah untuk diajukan ke sponsorshipMembuat surat pengantar proposal untuk calon sponsorshipPengiriman hardcopy atau softcopy proposal dan surat ke sponsorship
2.11 Agustus 2021Launching program Karya IlmiahLaunching program Karya Ilmiah ke Universitas Bung Hatta (UBH).




3.05 November 2021Rapat dan Sosialisasi YPBH dengan UBHSelain mahasiswa insentif juga terbuka untuk dosen yang melakukan penelitian dan dimuat di jurnal nasional/internasional.Nilai bantuan akan dibahas kemudianUBH akan membuat panduan sebelum program disosialisasikan ke civitas academicaRencana sosialisasi akan dilakukan akhir November 2021.

 
4.07 Desember 2021Rapat dan Sosialisasi YPBH dengan Univ. Mercubuana JogjaDana untuk ilmiah sesuai visi dan gagasan Bung Hatta akan dialokasikan utk Riset kolaborasi Dosen Mahasiswa dg output Skripsi dan Jurnal internasional.   Hasil : Januari 2022: Penetapan Judul Februari – Maret 2022: Pelaksanaan Riset Juni 2022: Finalisasi Skripsi dan Pemuatan di Jurnal Ilmiah.

Cerita Kesederhanaan Bung Hatta, Gak Sembarangan Pakai Uang Rakyat – (Part 1) | Mata Najwa

Wasiat Bung Hatta: Hidup untuk Rakyat, Tolak Dimakamkan di TMP Kalibata – (Part 2) | Mata Najwa

Bung Karno pun Pernah Tak Punya Uang – Bung, Ini Negeri Kita (Part 3) | Mata Najwa

Masih Adakah Bung di antara Kita – Bung, Ini Negeri Kita (Part 4) | Mata Najwa

Jika Sukarno-Hatta Melihat Indonesia Hari Ini – Bung, Ini Negeri Kita (Part 5) | Mata Najwa

Heboh Mural Jokowi, Hina Lambang Negara? – Bung, Ini Negeri Kita (Part 6) | Mata Najwa

Pesan untuk Bung Karno dan Bung Hatta – Bung, Ini Negeri Kita (Part 7) | Mata Najwa

Sumber : Najwa Shihab Youtube Channel

PEKAN BUNG HATTA

Pekan Bung Hatta Eps.01 – Bersama Burhanudin Muhtadi Ph.D : “Bung Hatta dan Demokrasi”

Pekan Bung Hatta Eps.02 – Bersama Yudi Latif Ph.D : “Bung Hatta: Islam & Kebangsaan”

Pekan Bung Hatta Eps.03 – Bersama Arcandra Tahar & Trias Kuncahyono : “Soekarno-Hatta Dwitunggal”

Pekan Bung Hatta Eps.04 – Bersama Faisal Basri : “Bung Hatta Bapak Koperasi”

Pekan Bung Hatta Eps.05 – Bersama Bonnie Triyana : “Bung Hatta dan Kecintaannya pada Buku”

Pekan Bung Hatta Eps.06 – Bersama Ray Rangkuti : “Kesederhanaan Hidup Bung Hatta”

Pekan Bung Hatta Eps.07 – Bersama Prof. Dr Hamdi Muluk : “Bung Hatta Mata Air Inspirasi”

Sumber : bknp pdipperjuangan youtube channel

ROKOK KLOBOT DAN HARGA DIRI ANAK BANGSA

Masya Allah

Pada bulan Desember 1949, dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) yang digelar di Den Haag, Belanda.

Dalam sesi rehat, semua orang terganggu karena ruangan dipenuhi asap yang beraroma rempah terbakar. Semua mata tertuju pada seorang pria tua berjanggut yang sedang merokok di pojok ruangan.

Rokok klobot campuran dari tembakau, cengkeh, dan lada.
Delegasi AS perlahan mendekati pria tersebut yang tampak acuh tak acuh meski diperhatikan semua orang. Seketika itu juga beberapa orang dari Delegasi Belanda, Australia, dan Swedia ikut menghampirinya.
“Apa Tuan tidak punya rasa hormat?” ujar Delegasi Belanda.

Pria tua berjanggut itu hanya tersenyum seraya mengembuskan asap rokok yang membentuk huruf O.
Pria tua itu menjawab: “Apa maksud Tuan dengan rasa hormat?”

“Asap dan aromanya itu (rokok) sangat menyengat, mengganggu kami semua,” jawab orang Belanda.

“Tahukah Tuan, aroma itu berasal dari tembakau Deli, cengkeh dari Sulawesi, lada dari Lampung. Ketiga komoditas itulah yang mendorong Tuan beserta balatentara Tuan datang ke negeri kami dan akhirnya menjajah kami. Tanpa ketiga komoditas itu, apa Tuan masih mau datang ke negeri kami?” ucap pria tua itu dengan santun dalam bahasa diplomat berkelas.

“Ya, tapi ini ‘kan tempat terhormat? Tidak ada tempat merokok di sini”, jawab orang Belanda.

“Kami memang tidak pandai menciptakan tempat bagi orang terhormat, tetapi kami mampu beramah-tamah sekian ratus tahun dengan orang yang menjarah negeri kami. Apakah itu kurang cukup mengajarkan Tuan tentang rasa malu?” jawab pria tua itu lagi.

Kemudian pria tua itu menatap ke semua orang yang mengerumuninya, “Setujui dan akui sajalah kedaulatan negeri kami, maka Tuan-tuan tidak akan pernah bertemu dengan orang seperti saya lagi. Tempat terhormat ini tidak akan lagi tercemar dengan asap beraroma tembakau, cengkeh dan lada,” tuturnya.

Orang Belanda itu tersipu malu. Sementara para Delegasi AS, Australia dan Swedia bertepuk tangan sebagai ungkapan rasa hormat.


Siapakah tetua itu?
Ia adalah H. Agus Salim, Bapak Pendiri bangsa Indonesia.
Beliau menguasai 6 bahasa. Diplomat yang seumur hidupnya melarat untuk pengabdiannya kepada kemerdekaan RI. Pada tahun 1953, ia dipercayai menjadi dosen selama setengah tahun di Cornell University, AS._


Proklamasi itu kemerdekaan secara de facto, namun secara de jure orang-orang terbaik bangsa mati-matian memperjuangkannya di Den Haag, Belanda.

Begitulah cara H. Agus Salim menghadapi penjajah beserta kacungnya yang mengatasnamakan “INTERNASIONAL”


Semua orang itu sama. Punya rasa takut, baik itu kepada Tuhan, sesama manusia maupun bencana alam.

*Orang yang kita lihat hari ini berani karena dulunya sering diintimidasi oleh rasa takut. Karena sudah biasa menghadapi rasa takut, akhirnya mereka mampu mengendalikan rasa takutnya menjadi kekuatan untuk berani.

RakyatSumbar x YPBH Chapter Sumbar-Riau x Lentera Nusantara

Mempersembahkan

BUNG HATTA DI MATA ANAK MUDA

Banyak kisah tentang sosok Bung Hatta, Sang Proklamator Bangsa. Tuliskan nilai-nilai dan kepribadian beliau yang masih sangat relevan dan dibutuhkan pada saat ini, lalu bagaimana pula kondisi kekinian yang bertentangan dengan karakter yang beliau miliki.


Tulisannya tak perlu panjang, antara 750 – 900 kata saja. Kirimkan ke Japri ke grup. Bisa juga dalam bentuk video. Caranya, sampaikan pandangan sesuai tema di atas dalam bentuk bertutur. Posisi videonya landskap, atau posisi rebah. Tidak perlu musik latar mau pun bumper.


Naskah tulisan akan dimuat di Harian Umum Rakyat Sumbar dan www.rakyatsumbar.id, sedangkan video akan ditayangkan di media sosial panitia.


Naskah dikirimkan ke Putra, HP/WA: 082389541887, paling lambat Sabtu 7 Agustus 2021.


Bagi yang mengirimkan naskah sesuai pandangan di atas, akan diberi bonus PELATIHAN MEMBUAT FILM PENDEK menggunakan alat sederhana, secara gratis. Pelatihan pada Senin, 12 Agustus 2021.