Presiden Joko Widodo Kunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi

      

   

Dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi ke Sumatra Barat, Kepala Negara mengunjungi rumah kelahiran Wakil Presiden Pertama RI, Bung Hatta yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta No 37, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumatra Barat.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menilai banyak berbagai filosofi yang terkandung pada setiap ruang di rumah kelahiran Bung Hatta ini. Seperti adanya ruangan khusus bagi para bujangan atau laki-laki yang belum menikah, menurutnya filosofi yang terkandung di dalamnya yaitu tingkat ke disiplinan yang ketat.

Presiden bersama Ibu Negara Iriana Jokowi juga melihat setiap sudut rumah bersama putri Bung Hatta, Meutia Hatta, serta Penjabat Gubernur Sumatera Barat, Reydonnyzar Moenek

Presiden Jokowi berharap, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta bisa menjadi tempat generasi muda mempelajari nilai-nilai dan filosofi Bung Hatta.”Yang paling penting itu nilai-nilai filosofi yang diberikan beliau, hal-hal yang berkaitan dengan kedisiplinan sangat ketat, kemudian juga cinta pada rakyat kecil,” ungkap Presiden Jokowi kepada wartawan di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumatra Barat, pada Jum’at (9/10/2015).

Disamping itu Presiden juga mengatakan, akan terus mengembangkan ekonomi kerakyatan dan koperasi yang  merupakan warisan Bung Hatta. Presiden menambahkan, ekonomi kerakyatan dan koperasi sudah menjadi fokus Kabinet Kerja.”Saya kira itu yang menjadi konsen kita, tetapi memang kita harus berani me-reform total cara-cara kita mengembangkan koperasi, mengembangkan usaha mikro, kecil, tapi memang baru diproses,” ujar Jokowi.

Dalam kunjungan ini, Presiden Jokowi menyempatkan diri melihat isi dan dekorasi ruang tidur, ruang tamu, kamar bujang, dapur, kamar mandi dan ruang atas. Usai berkunjung ke Rumah Kelahiran Bung Hatta, Presiden Jokowi dan rombongan akan meninjau penanganan dampak kabut asap di Kampar, Riau.

Selain memantau dampak kabut asap, Presiden Jokowi ingin memastikan kondisi masyarakat terdampak kabut asap yang didampingi oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeluk dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Desa Marwan Jafar, dan Kepala Staff Kepresidenan Teten Masduki.(mt/gus)

 

 

Sumber Foto 1 : http://www.bukittinggi.info/2015/10/presiden-jokowi-kunjungi-rumah.html

Sumber Foto 2 : https://www.m.gosumbar.com/berita/baca/2015/12/17/dari-rumah-kelahiran-bung-hatta-jokowi-serukan-reformasi-total-koperasi

Sumber artikel dan foto 3 – 4 : http://www.minang-terkini.com/2015/10/presiden-jokowi-kunjungi-rumah.html

 

Kibarkan Sang Saka Merah Putih

Dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesia, seluruh warga Negara Republik Indonesia ikut aktif merayakannya dengan berbagai cara dan terutama memasang mengibarkan bendera sang saka merah putih disetiap rumah penduduk.

Bagi warga negara yang bermukim di apartemen-apartemen sekarang sudah bisa ikut memasang bendera sang saka merah putih untuk merayakan hari kemerdekaan pada masing-masing hunian unit apartemen yang ditempatinya, dengan cara menempelkan bendera merah putih disetiap balkon.

Dengan menempelkan bendera pada setiap unit balkon, akan terlihat meriah dan indahnya tower apartemen dalam memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Kami dari Yayasan Proklamator Bung Hatta mengajak bekerja sama dengan manajeman apartemen, untuk peduli akan semangat kemerdekaan bagi warga negara yang bermukim dalam apartemen, menghimbau kepada manajemen apartemen untuk menfasilitasi penghuninya mendapatkan bendera yang dimaksud agar bisa ikut serta memeriahkan peringatan hari kemerdekaan kita, dengan cara memasang bendera merah putih pada balkon masing-masing. Read more

Intelektual Bung Hatta dan Semangat Jiwa Mudanya

Hatta muda saat mengetuai rapat anti kolonial di Brussel, Belgia 1927

Apa yang terpikirkan ketika mendengar nama Mohammad Hatta, atau Mohammad Athar, alias Bung Hatta?

Banyak orang mungkin akan mengatakan bahwa ia adalah sosok wakil presiden yang juga berperan besar dalam kemerdekaan negeri tercinta ini. Iya, benar dan tepat sekali. Namun, selain itu ada banyak hal menarik tentang Bung Hatta.

Sama seperti Bung Karno, Mohammad Hatta juga memiliki deretan kisah hebat. Ada banyak sekali prestasi tokoh nasional satu ini. Satu diantaranya ialah tentang intelektual dan jiwa mudanya.

Bung Hatta menempuh studi di Belanda, ini menjadi awal mula dari perkembangan intelektual Hatta yang sangat pesat, sekaligus membuka mata Hatta untuk memenuhi panggilan dirinya dalam memperjuangkan hak kemerdekaan Hindia Belanda (Indonesia).

Read more

Bung Hatta Dan Strategi Industrialisasi

Sekarang ini banyak orang, termasuk ekonom, mempercayai bahwa Indonesia sudah berada di ambang deindustrialisasi. Gejala ini mulai nampak sejak tahun 2004 lalu. Namun, pemerintah menganggap enteng fenomena itu. Bahkan, pemerintah berulang-kali berupaya menepisnya.

Belakangan, gejala deindustrialisasi itu makin tampak. Didik J. Rachbini, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyebut tiga indikator deindustrialisasi saat ini, yakni semakin rendahnya kontribusi industri terhadap perekonomian, menurunnya ekspor, dan rendahnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri.

Dalam kurun waktu tahun 1987 hingga 1996, pertumbuhan industri mencapai rata-rata sebesar 12% per tahun. Namun, sejak kurun waktu antara tahun 2000 hingga tahun 2008, sektor industri hanya tumbuh rata-rata 5,7%. Bahkan, pada tahun 2008 dan 2009, industri hanya tumbuh di bawah 4%.

Apa penyebabnya?

Read more

Dan Bung Hatta pun Mulai Tersenyum …

Selama ini cukup jamak kita mendengar di Media Sosial maupun Media Massa ungkapan keprihatikan terhadap dominasi investasi asing atas pengelolaan kekayaan alam kita, khususnya di sektor Migas dan pertambangan. Nama nama asing seperti Total, Chevron, Freeport dan lain lain oleh sebagian masyarakat yang cukup kritis digambarkan telah membuat Bung Hatta menangis.  Pasalnya karena setiap detik mereka telah menyedot kekayaan alam kita seperti  gas, minyak, emas,nikel,tembaga dll dan menimbun keuntungan milyaran dollar yang lari ke luar negeri. Situasi ini tentu saja bertotak belakang dengan VISI Bung Hatta.

Sebagaimana difahami bersama pasal 33 Undang Undang Dasar 1945 mengamanatkan agar seluruh kekayaan yang terkandung dalam bumi Indonesia dikuasai oleh Negara dan digunakan sebesar besarnya untuk memakmurkan rakyat. Pasal ini adalah warisan Bung Hatta dan merupakan kristalisasi dari perenungan sekaligus visi beliau yang dengan sepenuh jiwa senantiasa memikirkan nasib rakyatnya  kini dan esok.

Read more